RAWI
(Diamond Director)
BAHAGIA DI USIA SENJA
BERSAMA NASA

Usianya tak lagi muda. Beliau lahir dua tahun setekah kehilangan NKRI, 1947. Masa mudanya ia gunakan untuk mengabdi sebagai PNS di kantor instansi Angatan Darat, Malang. Selain sebagai PNS kesibukan lainnya adalah bertani. Kesibukan ini yang mengenalkannya pada NASA. “Saya dulu coba produk NASA saya pakai sendiri, ternyata hasilnya bagus. Dan tetangga pun banyak yang suka, Dan sering menanyakan. Dari situ saya lalu memutuskan bergabung bersama NASA,” tuturnya.

Bergabung di NASA baginya adalah memindahkan bentuk pengabdian kepada bangsa Indonesia. “Saya kansudah lama mengabdi untuk negara, kini giliran saya mengabdi untuk lingkungan sekitar dengan bergabung di NASA,” tegasnya.
Pak Rawi tergabung NASA sudah sejak tahun 2001. Namun 4 tahun awal ia belum terlalu focus menjalankan bisnis NASA. Baru pada tahun 2006 selepas ia pensiun, bisnins NASA ia geluti dengan tekun. Kini penghasilannya sebagai seorang pensiunan tidak bisa dianggap remeh, “Sekarang dana pensiunan PNS itu Cuma buat jajan anak-anak saja,” imbuh bapak dua anak ini.
Baginya , bisnis NASA adalah jajan untuk menjamin hari depan. Maka dari itu, ia sudah mengajak juga putranya untuk bergabung di bisnis NASA. Banyak perubshsb yang Pak Rawi rasakan semenjak bergabung di NASA. Produk-produk NASA yang jug ia komsumsi sendiri menbuatnya tetap sehat dan bugar. Salah satu yang sangat ia syukurindi hari tuanya ini. “NASA menbuat saya tetap punya kesibukan tetap eksis di masyarakat,” ungkapnya sumringah.
Sebagai pensiuman PNS golongan 4 dan ditunjang pendapatan dari NASA, tentu urusan finalsial sudah tak jadi soal untuk Pak Rawi. Ia kini lebih pokus untuk Pak Rawi. Ia kini lebih focus untuk mencapai kedamaian hidup. Dan dia sangat beruntung menjadi pensiunan dengan tetap bekerja bersama NASA. “NASA menberi peran bagi saya untuk selalu berguna bagi lingkungan terdekat distembisnis an bangsa Indonesia. Saya juga punya kebebasan waktu untuk menikmati masa pensiunan tanpa mengkhawatirkannya keturunan. Di situ saya menemukan kedamaian,” syukurnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat